Posted by: dhawi1986 on: Februari 9, 2010

Kata Google berasal dari kata googol yang diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka 1 yang diikuti 100 angka 0. jadi, googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun.
Penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yangsangat luas dan tak terbatas.
Dibalik tampilan sederhana google ternyata ada fitur lainnya yang bisa merubah tampilan. Misalnya :
1. Ketik : google gothic kemudian klik I’m feeling lucky today, akan muncul tampilan : Baca entri selengkapnya »
Posted by: dhawi1986 on: Desember 15, 2009

A handy menu to stop devices
The main disadvantage of using the built-in Windows safe removal tool is that when using several hot-plug devices it is often quite difficult to recognize which device needs to be stopped. Most devices have the same name: “USB mass storage device”. In addition, Windows does not let you hide a device you would not want to stop from the menu.

USB Safely Remove saves you from these problems and offers an original and multifunctional stopping menu, which displays actual device names with icons. Using this menu you can find and stop a device in a snap! Baca entri selengkapnya »
Posted by: dhawi1986 on: Juli 30, 2009

Sebuah teknologi optik baru sedang diujicoba di Jepang. Dahsyatnya, teknologi itu mampu mencapai kecepatan 30 Terabit per detik (Tbps) atau lebih dari 32 Miliar Kbps.
Uji coba itu telah dilakukan oleh KDDI R&D Labs bersama National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang. Teknologi yang diujicoba memanfaatkan transmisi bernama OFDM alias orthogonal frequency division multiplex. Baca entri selengkapnya »
Posted by: dhawi1986 on: Juli 14, 2009
Bank Permata Cabang Samarinda Kalimantan Timur menjadi korban aksi kejahatan cyber. Akibatnya uang nasabah Rp 110 Juta amblas digasak penjahat cyber. Polisi menangkap dua orang warga Samarinda, Taufik dan Herman, sekaligus menyita sejumlah kartu ATM dan KTP terkait kasus ini.
Modus kejahatan yang dilakukan memang terbilang profesional. Para penjahat cyber itu mengacak 10.000 nomor Telephone Identification Number (TIN), nomor yang digunakan nasabah Bank Permata sebagai akses kode rahasia dalam menggunakan layanan Mobile Banking maupun Internet Banking.
Sebanyak 17 nomor TIN disebut berhasil ditembus dan digunakan untuk menggondol uang tunai Rp 110 Juta. “Uang yang mereka dapat, ditransfer ke rekening bank lain melalui mesin ATM,” kata Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan Sik dalam jumpa pers di Markas Poltabes Samarinda Jl Bhayangkara No 04, Senin (13/7/2009). Baca entri selengkapnya »
Komentar