News, Software Reviews, Tips & Tricks

Umat Islam dan Pemilu 2009

Posted on: Maret 17, 2009

pemilu

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’aruf dan mencegah dari mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Ali Imran [3]: 104)

Sejarah Pemilu di Indonesia

Pemilu I, 29 September 1955, diikuti oleh 19 partai
Pemilu II tahun 1971, diikuti oleh 10 partai
Pemilu III tahun 1977, kontestannya 3 partai
Pemilu IV tahun 1982, 3 peserta pemilu
Pemilu V 1987, 3 peserta pemilu
Pemilu VI, 1992 3 peserta pemilu
Pemilu VII 1997, 3 peserta pemilu
Pemilu VIII 1999, 48 partai peserta pemilu
Pemilu IX 2004, 24 partai peserta pemilu
Pemilu X 2009, 34 partai peserta pemilu.

Posisi Politik Umat Islam
Sangat menentukan seluruh ideology politik berupa “merebut”
Suara umat islam, kecuali partai risten.
Partai Islam mengalami ‘penggerogotan’ baik dari segi ideology
Maupun dari segi konstituen. Yang terjadi setelah itu adalah
‘tidak perlu partai Islam’ dan minimnya partisipasi partai Islam.
Selama Orde Lama 1959-1965 politik Islam sangat kuat, kemudian dihancurkan oleh PKI melalui tangan Soekarno.
Selama Orde Baru 1966-1998 politik Islam mengalami de Islami, de Ideologisasi dan pemandulan baik dari segi SDM, infrastruktur maupun program-program politiknya.
Pemilu 1999 setelah mengalami pukulan palu godam 1960, rentang 38 tahun mengalami ‘keterkejutan mental’ sehingga terpolarisasi dalam 17 partai berbasis Islam yang faktanya secara keseluruhan kalah oleh partai Nasionalis Sekuler.
Pemilu 2004, sebenarnya telah terjadi seleksi alam dan penerucutan secara kuantitatif dari partai Islam tersebut.

Namun UU No 10 Tahun 2008 memberi ruang yang terlalu longgar, sehingga partai yang terdaftar sebagai peserta Pemilu menjadi membengkak kembali dan hal ini sangat merugikan bagi aspirasi politik umat Islam.

Menghadapi Pemilu 2009

1. Umat Islam harus belajar dari kegagalan pada pemiu 1999 dan 2004 dengan cara mempertegas partisipasinya dengan syarat :

  • Mengikuti pemilu secara sadar
  • Memilih partai dan orang yang mengkomodir dan berusaha memenangkan Islam dan aspirasi umat Islam
  • Memilih Presiden yang bisa diharapkan membimbing umat dan rakyat dari krisis multi dimensi dan memberi jalan keluar menurut kehendak IIlahi.

2. Kaum muslimin hendaknya menyadari hakikat berpolitik, fungsi partai politik, dan Kekuasaan bagi umat Islam, sehingga Izzul Islam wal Muslimin dan penegakkan syariat Islam menjadi potensial untuk dilaksanakan disamping memberi proteksi terhadap berbagai persoalan keumatan.
3. Untuk itu design parlemen harus menjadi perhatian serius karena komposisi dan prosentase politisi di DPD, DPR, dan DPRD I maupun DPRD II diseluruh NKRI sangat menentukan dinamika dakwah Islam.
4. Dalam waktu yang singkat ini seluruh elemen dan komponen umat Islam harus mengerahakan daya upaya untuk memobilisasi dukungan terhadap kemenangan partai politk Islam dan terpilihnya presiden yang cocok dengan aspirasi Islam dan Umat Islam.
5. Umat Islam harus menyadari partisipasi politik merupaka suatu amal ibadah yang tidak berkaitan langsung dengan uang, artinya pilihan bukan karena uang.

Hakikat Kemenangan Politik Umat Islam

  1. Keleluasan pengembangan potensi umat di seluruh sector kehidupan dimulai dengan tersedianya SDM yang handal dan berkualitas secara IMTAQ dan IPTEK.
  2. Adanya kemudahan dari segi proses dan pencapaian tujuan yang dengan peraturan atau undang-undang yang dihasilkan oleh proses politik yang dilalui.
  3. Kemerdekaan dalam dakwah, karean kekuasaan berada dalam bimbingan orang-orang sholeh, maka syiar Islam akan semakin semarak dan mengarah pada penerapan syariat Islam.
  4. Tercapainya masyarakat yang adil dan makmur yang akan memberis manfaat langsung bagi kaum muslimin dan seluruh umatwarga NKRI dalam pengertian kebahagian lahir dan batin.
  5. Peluang untuk membuktikan bahwa syariat Islam segala pesoalan bisa diidentifikasi, didiagnosis, dan diterapi menuju penyembuhan secara lahir dan batin.

(Posisi Politik Umat Islam Indonesia)

Oleh : Drs. ALfian

http://alfianbanten3.wordpress.com/

https://dhawi1986.wordpress.com/

6 Tanggapan to "Umat Islam dan Pemilu 2009"

Assalamualaikum Akhi…

Perlu diingat bahwa mabda (ideologi) Islam itu terdiri dari fikroh (pemikiran) dan thoriqoh (metode).

Fikroh mencakup aqidah dan syariah.
Sedangkan thoriqoh mencakup 3 hal:
– metode untuk menerapkan (oleh kekuasaan islam/daulah islam),
– metode untuk menjaga (diterapkannya aturan islam dalam kehidupan dengan adanya sebuah institusi daulah), dan
– menyebarluaskan (dengan dakwah dan jihad).

Islam hanya dapat ditegakkan dengan metode (thoriqoh) islami – yang telah digali dari al-Qur’an, as-Sunnah (termasuk meneladani Sirah Nabawiyyah) , bukan jalan yang lain. Dan Pemilu bukanlah jalan untuk menegakkan Islam.

Sistem demokrasi yang dianut oleh indonesia, dengan tegas “melarang” pemenang pemilu untuk merubah sistem yang ada dengan sistem apapun selain itu, termasuk islam.

Yang jelas,, Islam kaaffah takkan bisa diterapkan dalam sistem yang ada sekarang ini, pastinya…

makin lama makin banyak partai dan makin membuat bingung rakyat
^_^
dhie aja masih binun😆

tapi yang disayangkan, PPP yang dulu saat jamannya Trio-Partai dihuni mayoritas orang Islam, justru sekarang pecah belah jadi partai-partai kecil

Assalamu’alaikum,
Yang saya tahu dari beberapa ulama bahwa pemilu dan partai politik bahkan demokrasi sebenarnya tidak ada dalam Islam dengan artian tidak ada satupun dalil sharih yang melarangnya dan membolehkannya. Hal tersebut hanya merupakan perkembangan politik dan zaman seiring dengan berkembangnya kebudayaan dan pola pikir masyarakat.
Pendapat saya, manfaatkanlah pemilu dan partai politik sebagai media da’wah untuk menegakan kalimat Allah.

http://www.persatuanislam.wordpress.com

kata siapa demokrasi tidak dilarang dalam islam ….??
udah paham bener demokrasi itu apa…??
yang bener tidak ada mujtahid atau ulama yang sholeh yang berijtihad membolehkan demokrasi. yang membolehkan itu adalah ulama-ulama bid’ah dan kufur.
prinsip demokrasi adalah kedaulatan ada di tangan rakyat. yang namanya kedaulatan itu hanya milik alloh lewat syari’at islam. ini prinsip aqidah mas. kalo menganggap demokrasi ada dalam islam berarti harus dipertanyakan aqidahnya. masih islam g..??? masyaalloh. islam tidak menghalalkan segala cara. Rosululloh mencontohkan metode dan cara dakwah yang shoheh dengan tidak menghalalkan segala. so ketika memanfaatkan demokrasi, sebenarnya yang ditiru itu Rosululloh atau orang2 kafir wa bahlul. sampai kapanpun demokrasi dan islam adalah 2 zat yang berbeda bagai air dan minyak tidak akan pernah menyatu. sekali lagi….demokrasi bukan suro’ (musyawarah). musyawarah merupakan cara umum unutk mengambil keputusan oleh aqidah atau ideologi manapun. jadi islam tidak akan pernah menerima anak durhaka terhadap penciptanya yang bernama demokrasi.
jadi waspadalah dengan setiap aktivitas kalian semua. setiap perbuatan manusia terikat dengan hukum syara’. kaidah syara’.

saya tidak terlalu pusing dengan banyaknya partai yang penting dateng ke TPS contreng partai yang kita yakini dan pulang langsung nonton TV dan berharap serta berdoa tak ada kecurangan di perhitungan suaranya nanti baik itu curang secara terang terangan maupu secara siluman ( merubah ubah hasil perolehan suara )

hormat saya

adhadian
makassar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Hijriyah

Almanak

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Jumlah Pengunjung

  • 253,652 Pengunjung

Arsip

Download


Quick Link AntiVirus Update

%d blogger menyukai ini: